Showing posts with label Cara. Show all posts
Showing posts with label Cara. Show all posts

Wednesday, 6 April 2016

Bisnis dan Budidaya Pisang


1. TEKNIS :

a. Buat Lubang tanam, 30 cm x 30 cm x 30 cm dan jarak antar tanaman minimal 2 m.

b. Isi 1/3 lubang dengan pupuk kandang matang yang dicampur dengan kompos tanaman lengkap, boleh ditambah dengan cacahan batang pisang, siram Bio PPK dengan takaran 3 sdm/liter air, biarkan 2-3 hari.

c. Bibit, pilih bibit yang bentuknya seperti tombak (ramping daun kecil) setinggi 1 m.

d. Penanaman :

  1. Letakkan Bibit di tengah lubang, bekas potongan bonggol akan menjadi arah  kebalikan muncul buah (apabila potongan di timur, buah akan di barat) 
  2. Urug tanah dan biarkan cekung (bagian tengah lebih rendah dari bagian samping untuk menampung air maupun saaat diberikan POC 


e. Pemupukan :

  1. Pupuk (POC) dominan unsur N, berikan sampai usia 3 bulan.
  2. Pupuk (POC) Dominan Unsur P, berikan mulai usia lebih dari 3 bulan s.d. usia 5 bulan saat ini Pupuk (POC) Dominan Unsur N diberikan dalam jumlah yg semakin menurun.
  3. Pupuk dominan unsur K, diberikan setelah usia 5 bulan sampai menjelang panen, Pupuk Dominan P juga masih diberikan dalam jumlah lebih sedikit dibanding pupuk K. 
  4. Siram Bio PPK seminggu sekali dengan dosis 3 sdm per liter air.


f. Perawatan :

  1. Daun maksimal 5 lembar, apabila sudah keluar jantung dan jantung sudah dipotong, sisakan daun 3 lembar.
  2. Anakan, akan muncul mulai bulan ke-3, maksimal sisakan 2 anakan agar tidak rebutan pakan. 
  3. Agar buah mulus, bisa ditutup kantung plastik yang diberi lubang pernafasan sebanyak-banyaknya. 


g. Hama & Penyakit :

  1. Untuk menjaga, semprot Bio PPK seminggu sekali di seluruh body tanaman Sejak awal penanaman.
  2. Buang ulat di daun 
  3. Apabila terkena Virus Layu Daun dengan ciri daun menguning dan batang berwarna coklat, musnahkan. 


h. Panen, tebang saat sudah ada yg matang, atau garis buah (lingir tidak nyata)


2. MANAGEMEN BISNIS :

a. Jenis pisang, pilihlan yang laku dengan harga jual tinggi, untuk Jabodetabek: Kepok, Ambon, Raja, Tanduk & Nangka, untuk Kepok masa panen 12 bulan dan lainnya 8 bulan.

b. Rencanakan target panen berapa tandan/hari/minggu/bulan. Misalnya : untuk daerah Jabodetabek: Target Rp 2,500,000/hari dengan hitungan Rp 50.000/tandan atau Rp 75,000,000/bulan, tanam 50 bibit/hari.

c.  Target Rp 2,500,000/minggu tanam 50 bibit/minggu atau 7 bibit/hari dst.


Foto milik https://diko99.wordpress.com/2014/12/21/nikmati-musim-hujan-dengan-budidaya-pisang/


Friday, 1 April 2016

Cara Membuat VCO


                                                    Gambar milik: Suzhy Suswanti
VCO (Virgin Coconut Oil)

VCO adalah sebutan untuk Minyak Kelapa Murni tanpa tambahan obat-obatan kimia. Ada 2 jenis VCO yang saya ketahui. Yaitu yg berwarna putih bening dan yang berwarna kuning bening. VCO dapat dikenali dari aromanya yg sangat khas aroma kelapa. Berbeda dengan minyak goreng / minyak sayur buatan pabrik yang tidak mengeluarkan aroma kelapa.

Perbedaan warna VCO ini terjadi karena proses pembuatannya yang berbeda. VCO yang berwarna putih bening dibuat tanpa melalui proses pemanasan api sedangkan yang berwarna kuning bening dibuat menggunakan pemanasan api.

Di sini saya menuangkan tradisi membuat VCO yang biasa dilakukan oleh Ibu saya ketika saya masih kecil dulu. Dengan begitu ilmu ini akan menjadi knowledge yang tercatat. Resep ini juga saya dapatkan dari seorang teman dengan akun FB Suzhy Suswanti.

Resep pembuatan VCO dengan menggunakan pemanasan.


Bahan yang dibutuhkan:
1. 4 butir kelapa yang benar-benar sudah tua
2. Air untuk memeras kelapa, secukupnya (+- 3 ltr)

Cara Pembuatan:
1. Parut kelapa
2. Ambil santannya
3. Diamkan 4 jam dalam wadah tertutup lalu ambil bagian atasnya yg kental
4. Panaskan di wajan sambil aduk dengan api kecil sampai keluar minyak
5. Saring, ambil minyaknya.
Note: hasilnya adalah 250ml VCO.

Resep VCO tanpa pemanasan:

Bahan yang dibutuhkan:
1. 4 butir kelapa yang benar-benar sudah tua
2. 3 liter air untuk memeras santan

Cara Pembuatan:
1. Parut kelapa


2. Ambil santannya
3. Simpan santan dalam wadah tertutup selama 2 - 4 jam

4. Ambil lapisan atas (santan kental), Masukkan ke wadah yang baru.
5. Aduk santan kental itu ke arah kanan selama 30 menit lalu aduk ke arah kiri selama 30 menit.
6. Tutup rapat wadah tersebut.
7. Diamkan selama 12 jam.
8. Setelah 12 jam akan terlihat 2 lapisan yaitu lapisan atas yang berupa lemak berwarna putih dan lapisan bawah adalah VCO.

9. Bersihkan lapisan atas dan ambil lapisan bawah (VCO). Lebih praktis jika menggunakan wadah yang ada keran di bagian bawahnya. Jika tidak ada, saring Menggunakan corong yang disumbat kapas.



Catatan:
Ampas VCO (Blendo)nya bisa dikonsumsi karena rasanya yg manis gurih.
Caranya: masak Blendo sampai garing. Beri garam. enak buat Cemilan

Selamat mencoba.