Sunday, 28 March 2010

Jangan Berat Tuk Tersenyum


Oleh Gus Ron

Belum genap satu bulan saya dan keluarga tinggal disebuah rumah yang saya kontrak didaerah bekasi utara. Alhamdulillah rumah ini terasa nyaman dengan sirkulasi udara dan cahaya yang cukup. Tiga minggu tinggal disini, Allah telah memberikan sebuah pelajaran berharga bagi saya.

Subuh tadi ketika hendak berangkat berjama’ah ke masjid, tepat di depan rumahku duduk seorang security/hansip yang sedang tugas jaga. Ia duduk seorang diri diatas bangku yang kebetulan memang ada didepan rumahku sambil menghisap sebatang rokok dalam-dalam. Posisinya menghadap tepat kearah pintu rumahku. Saya belum menyadari keberadaanya ketika membuka pintu rumah dan menguncinya kembali untuk saya tinggalkan. Namun ketika saya membuka pintu gerbang, sedikit kaget saya melihatnya. Kemudian kulemparkan senyum kearahnya, namun Pak Hansip ini cuek saja, bahkan wajahnya terlihat masam (sedikit kecewa saya atas sikapnya). Kemudian kulanjutkan langkahku menuju masjid. Karena penasaran sebelum meninggalkan rumah saya coba menyapa Pak Hasip yang belum saya kenal ini “mari pak” basa-basi memang, tapi saya berharap dengan sapaan ini ia akan memberikan sedikit senyuman kepada saya. Ternyata lagi-lagi saya harus kecewa ia hanya menjawab dengan singkat “ya”, masih dengan muka masamnya.

Sebelumnya hari minggu yang lalu hal yang serupa juga saya alami. Saat itu saya sedang menyapu dan mencabuti rumput dihalaman hingga ke sisi jalanan di depan rumah. Jalanan depan rumah saya ada dua jalur dan dibatasi oleh pemisah jalan yang diatasnya ditanami berbagai pepohonan diantaranya pohon palem. Saya mencabuti rumput-rumput yang ada dibawah pembatas tersebut dan rumput-rumput itu saya taruh di pinggiran pohon palem yang saat itu memang sudah banyak rumput liar disekitarnya. Sedangkan sampah lain saya kumpulkan dan saya buang ditempat sampah saya. Namun tiba-tiba seorang bapak datang kearahku dan tanpa menyapa apapun langsung memungut rumput-rumput tadi dan melemparnya ketumpukan sampahku sambil berteriak “Ini jangan dibuang disini mas, capek-capek saya ngerapiin dari ujung sana”. Saya segera meminta ma’af: “oohh, ma’af pak saya tidak tau, nanti saya rapihkan”. Kemudian ia berlalu begitu saja.

Dua kejadian tadi meninggalkan beberapa pertanyaan dalam hati saya. “Mengapa mereka bersikap demikian?” “Beratkah untuk membalas senyuman? Tidak adakah cara lain yang lebih santun untuk menyapa/menegur? Atau mereka menganggap karena saya orang baru disini?" Padahal dengan iktikad baik sejak kepindahan keluarga saya kesini, saya segera lapor ke ketua RT. Bahkan ketika pak RT menyampaikan bahwa untuk keluarga yang mengontrak, iuran bulanan (sampah dan keamanan) harus dibayar 6 bulan sekaligus sayapun menyetujuinya, karena ini sudah menjadi aturan disini. Dan sebagai pendatang saya harus mengikuti aturan yang ada.

Tentunya bukanlah semata karena saya orang baru disini, tapi mungkin saat itu Allah belum memberikan kelembutan hati kepada kedua Bapak tadi. Saya pun tak berfikir macam-macam terhadap keduanya. Bahkan dalam kasus yang kedua, sore harinya ketika bertemu Bapak itu saya langsung memberikan senyuman, dan Alhamdulillah Bapak itupun tersenyum. Dan besok pagi jika saya bertemu Pak Hansip itu saya pun akan tersenyum lagi, tak perduli Pak Hansip itu membalasnya atau tidak. Bukankah senyum itupun bagian dari ibadah bahkan termasuk sedekah.

Dalam sebuah hadits dikatakan: “Janganlah kalian menganggap remeh kebaikan itu, walaupun itu hanya bermuka cerah (senyum) pada orang lain,” (HR. Muslim) dan juga saya teringat sebuah Hadits "Tabassumu fi akhika shadaqoh" yang artinya senyum untuk saudaramu adalah Sedekah. Jadi, saya akan tetap tersenyum.

Feb'10

Thursday, 25 March 2010

Alasan Kenapa Harus Rekrut Member Baru Oriflame Sebelum 31 Maret'10


Karena buat anda yang konsultan lama bisa mendapatkannya juga,
ataupun kalo baruuu aja gabung dibulan Maret sekalipun,
bisa mendapatkan hadiah ini DOBEL!

Senilai total Rp 1.047.000 !
Caranya??

Rekrutlah member baru,
dan bantu member baru anda untuk mencapai WP-1 (75 bp)
dapatkan hadiah sponsor sebagai berikut :

* 2 org WP-1 ->
dapat hadiah dompet (Dare to Dream Purse) senilai Rp. 249.000,-

* 3 org WP-1 -> dapat hadiah dompet (Dare to Dream Purse) senilai Rp. 249.000,-
& Twist Eye & Lip Pallete senilai Rp. 299.000,-

* 4 org WP-1 -> dapat hadiah dompet (Dare to Dream Purse) senilai Rp. 249.000,-
& Twist Eye & Lip Pallete senilai Rp. 299.000,-
& tas (Dare to Dream bag) senilai Rp. 499.000,

TOTAL SENILAI Rp 1.047.000 !

Alasan Kenapa Harus Gabung Oriflame Sebelum 31 Maret'10


Mendaftar sebagai Konsultan Oriflame
hanya Rp 29.900 (normalnya aja Rp. 39.900)

Lalu...lakukan order pertama minimal Rp 175.000
dan dapatkan pengembalian Rp 20.000
Jadi si prospek bergabung dengan hanya membayar Rp 9.900!
Ini aja udah ada keuntungan Rp.20.000,-

Kalo di bulan "biasa"
WP 1-nya "hanya" Rp.75.000
Kalo di Maret dapetnya Beauty Urban Shield Foundation senilai Rp. 99.000

Kalo di bulan "biasa"
WP 2-nya "hanya" Rp.100.000
Kalo gabungnya di Maret dapetnya Twist Eye and Lip Pallete senilai Rp. 299.000

Kalo di bulan "biasa"
WP 3-nya "hanya" Rp.150.000
Kalo gabungnya di Maret dapetnya Enigma Dare to Dream Silver Bag senilai Rp. 499.000